You need to enable javaScript to run this app.

Kala Santri Menjadi Barista: Mengintip Keseruan Program NYANTRI MTsN 5 Kulon Progo

  • Selasa, 03 Februari 2026
  • Administrator
  • 0 komentar
  • Dilihat 58 kali
Kala Santri Menjadi Barista: Mengintip Keseruan Program NYANTRI MTsN 5 Kulon Progo

 

Kulon Progo (MTsN5KP) – Memasuki awal semester genap tahun ajaran 2025/2026, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Kulon Progo kembali menggiatkan program unggulannya, Nyinau Agama Terintegrasi (NYANTRI). Setelah sempat rehat sejenak pada masa jeda pergantian tahun, program ini resmi berlanjut dengan konsep yang memadukan spiritualitas dan keterampilan praktis.

 

Kegiatan perdana di tahun 2026 ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Jumat hingga Sabtu (30-31/01/2026), bertempat di wilayah Madigondo, Sidoharjo, Samigaluh. Hari pertama, Jumat (30/01/2026) sore, para siswa berkumpul di Pondok Pesantren Dakwatul Islamiyah. Dalam suasana yang khidmat, para santri MTsN 5 Kulon Progo fokus memperdalam ajaran agama Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat fondasi karakter dan spiritualitas siswa sebelum menghadapi rutinitas belajar di semester baru.

 

Berbeda dengan hari pertama, pada Sabtu (31/01/2026), suasana berubah menjadi lebih santai namun tetap edukatif. Bertempat di Warung Kopi Mbak Mar, para siswa diajak untuk mengenal dunia kewirausahaan melalui pelatihan barista. Siswa tidak hanya belajar meracik kopi, tetapi juga praktik langsung menyajikan hingga mengemas produk kopi siap jual.

 

Marwiyah, pemilik Warung Kopi Mbak Mar sekaligus pemateri dalam kegiatan tersebut, menekankan bahwa menyeduh kopi bukan sekadar menuangkan air panas. Menurutnya, ada seni dan ilmu di balik setiap cangkir yang nikmat. "Menyajikan kopi itu ada tekniknya, mulai dari menentukan suhu air yang digunakan hingga cara penyajiannya. Sebagai contoh, apakah menggunakan metode V-60, kopi tubruk, atau cara lainnya. Banyak hal detail yang bisa mempengaruhi cita rasa kopi itu sendiri," jelas Marwiyah di sela-sela praktik.

 

Kegiatan NYANTRI kali ini ditutup dengan sesi praktik pengemasan kopi. Melalui sesi ini, siswa diharapkan memahami rantai nilai kopi dari hulu ke hilir, sekaligus menumbuhkan jiwa entrepreneurship yang berbasis pada potensi lokal Samigaluh yang dikenal dengan komoditas kopinya. Dengan dimulainya kembali program NYANTRI, MTsN 5 Kulon Progo berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara religius, tetapi juga terampil dan adaptif terhadap kearifan lokal. (jkp)

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd.

- Kepala Sekolah -

Bismillahirohmannirrohim Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya...

Berlangganan
Jajak Pendapat

Bagaimana Pelayanan yang diberikan MTs Negeri 5 Kulon Progo ?

Hasil
Banner