Tarik Makna QRIS di Pesantren Ramadan: Kunci Gen Z Kuat Lahir Batin Ala Pengawas Kemenag Kulon Progo
- Minggu, 15 Maret 2026
- Administrator
- 0 komentar
- Dilihat 10 kali
MTs N 5 Kulon Progo_ Di era digital yang serba cepat dan instan, istilah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) mungkin sudah tidak asing lagi sebagai alat pembayaran. Namun, di tangan seorang Pengawas Madrasah Kemenag Kulon Progo, singkatan ini bertransformasi menjadi kunci spiritual dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam kegiatan pembinaan keagamaan yang digelar Jumat (13/3/2026), Pengawas Madrasah dari Kementerian Agama Kulon Progo, Barokatus Sholihah, S.Ag, M.S.I., menyampaikan materi inovatif bertajuk "Penguatan Iman Takwa di Era Digital". Di hadapan para pendidik dan tenaga kependidikan MTs N 5 Kulon Progo, ia memaknai ulang akronim QRIS dengan nilai-nilai luhur keislaman: Qonaah, Rela, Ikhlas, dan Syukur. "Di era digital ini, anak-anak kita (Generasi Z) hidup di dunia yang penuh distraksi. Kalau kita tidak membentengi mereka dengan iman yang kuat, mereka akan mudah hanyut," ujar Barokatus Sholihah.
Ia menjelaskan, QRIS versi spiritual ini adalah formula untuk mencapai ketenangan hati di tengah hiruk-pikuk dunia maya. Pertama, Qonaah (Menerima): Mengajarkan generasi muda untuk merasa cukup dan tidak selalu iri dengan kehidupan sempurna yang sering ditampilkan di media sosial. Kedua, Rela (Rela Berkorban): Menanamkan jiwa rela berkorban untuk kebaikan, baik waktu, tenaga, maupun materi, serta rela menerima ketentuan Allah. Ketiga, Ikhlas (Tulus): Menjadi tameng dari sifat riya' (pamer) yang marak di media sosial. Semua amal dilakukan semata-mata karena Allah. Keempat, Syukur (Berterima Kasih): Mengubah perspektif dari selalu mengeluh menjadi selalu bersyukur atas nikmat Allah, termasuk nikmat teknologi.

Momen penyampaian materi ini terasa sangat relevan karena masih dalam nuansa bulan suci Ramadan. Ibu Barokatus Sholihah menegaskan bahwa ibadah puasa adalah madrasah (sekolah) terbaik untuk mencetak generasi yang tangguh.
"Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga. Puasa adalah proses menempa mental. Dari sini, kita lahirkan generasi yang kuat lahir dan batin. Kuat lahirnya karena sehat, kuat batinnya karena terbiasa menahan hawa nafsu, termasuk nafsu digital seperti scroll media sosial tanpa henti atau terpengaruh hoaks," tegasnya.
Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti pemaparan tersebut. Inovasi dalam menyampaikan nilai-nilai agama melalui akronim modern dinilai mampu menjembatani pemahaman antara pendidik dan siswa di era milenial. Maka dengan semangat Ramadan dan penguatan iman ala QRIS, Kemenag Kulon Progo berharap madrasah terutama MTs N 5 Kulon Progo mampu melahirkan pribadi-pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual menghadapi derasnya arus digital (ism)
Artikel Terkait
MTs N 5 Kulon Progo : Akhiri Pesantren Ramadan dengan Pentasyarufan Zakat Fitrah
Jum'at, 13 Maret 2026
Lestarikan Tradisi Lebaran, Siswa MTsN 5 Kulon Progo Belajar Membuat Ketupat di Masjid Jabal Thoriq
Jum'at, 13 Maret 2026
Al-Qur’an sebagai Kompas Pergaulan Remaja dalam Pesantren Ramadhan MTsN 5 Kulon Progo
Jum'at, 13 Maret 2026
Dalami Makna Ayat Suci, Siswa MTsN 5 Kulon Progo Antusias Ikuti Kajian Tafsir Al-Qur'an
Rabu, 11 Maret 2026
Wujudkan Madrasah Ramah Anak, MTsN 5 Kulon Progo Gelar Fahmil Quran Anti-Bullying
Rabu, 11 Maret 2026
Sentuhan “Klinik Tahsin” di Pesantren Ramadan MTsN 5 Kulon Progo, Bacaan Al-Qur’an Siswa Dibina Lebih Intensif
Rabu, 11 Maret 2026
Semarak Pesantren Ramadan 1447 H, MTsN 5 Kulon Progo Gelar Beragam Kegiatan Keislaman
Selasa, 10 Maret 2026